Peninggalan Sejarah
PENINGGALAN SEJARAH DI KABUPATEN KARO
Pura di Bintang Meriah
Pada zaman dulu, Hindu adalah agama yang umum di Tanah Karo tetapi pada saat ini agama Hindu ini sudah hampir punah. Perkampungan kecil Bintang Meriah memiliki penganut agama Hindu 10 keluarga dari 300 keluarga. Lima belas tahun yang lalu masih banyak terdapat penganut Hindu ditempat ini dan orang-orang Bali membangun sebuah candi untuk mereka. Saat sekarang ini tidak ada lagi yang menggunakan candi tersebut dan sudah diganti dengan tumbuh-tumbuhan. Candi ini terletak disamping jalan ke perkampungan Bintang Meriah hanya satu kilometer dari Selatan Tanjung Pulo – Perbesi. Tanjung Pulo terletak 8 Km sebelah Timur Tiganderket. Tanjung Pulo memiliki pasar buah pada sore hari yang buka 5 kali seminggu. Tomat, Cabe, bawang putih, jeruk dan jagung diperdagangkan di pasar ini.
Legenda GURDA-GURDI
Gundala-gundala
memiliki arti sebuah tarian topeng. Zaman dahulu kala di sebuah daerah
di Tanah Karo, tinggallah seorang raja dan seorang putrinya yang menikah
dengan panglima tertinggi kerajaan. Suatu waktu keluarga kerajaan
membuat jalan setapak menuju hutan, dan ketika mereka sedang berada di
hutan, mereka bertemu dengan seekor burung yang sangat besar yang
disebut GURDA-GURDI. Burung GURDA-GURDI berasal dari serangga. Setelah
melihat seorang gadis cantik, GURDA-GURDI ingin menjadikannya sebagai
istrinya, tetapi karena gadis itu telah menikah suaminya dan raja sangat
marah... kemudian merekapun berperang di tengah hutan. Akhinya pasukan
raja dapat mengalahkan GURDA-GURDI. Atraksi ini biasanya dipertunjukkan
masyarakat Karo pada upacara ritual untuk menyuruh agar hujan turun.
Tetapi untuk saat ini atraksi ini normalnya dibuat untuk menyambut tamu khusus dan kegiatan lainnya.
Meriam Putri Hijau
Bukti
peninggalan sejarah Puntungan Meriam Putri Hijau dapat kita temui di
Desa Sukanalu dan Seberaya yang hingga sekarang masih dianggap oleh
masyarakat mempunyai magic dan setiap tahun dibersihkan serta sesajen
(upah) atau cibal-cibalen oleh masyarakat setempat. Jarak dari kota
Berastagi ke Desa Sukanalu 23 Km dan ke Seberaya 7 Km. Untuk mengunjungi
objek wisata ini dapat menggunakan kendaraan ukuran besar dan
transportasi bus umum.
Terakhir Diupdate (Senin, 25 Juli 2011 13:46)

















